Kamis, 02 April 2020



Lukaku adalah kamu
Oleh Norma Yunita Tanjung 


Kamu yang datang membawa rasa nyaman
Membawa secerca rindu yang kini tak terhapuskan
Hari ini, aku menuju hakikat cinta
Aku  tau bahwa cinta tidak bisa dipaksa
Namun dikala sendiri perasaanku masih meronta

Aku Harus bagaimana? 
Bisakah kemarin kau tidak mendatangiku
Setelah kau beri rasa sekarang kau lari tanpa Iba
Defenisi kita tak sama tentang cinta
Kau mengartikan cinta itu sekedar ucapan 
Tetapi aku mengartikan cinta sebagai tindakan

Kau pikir aku tidak sakit? 
Diamku bukan berarti tanpa Luka
Sebenarnya hatiku meranggas dibawah iba
Biar, aku saja yang merasakan
Ku harap kau tidak mencari korban

Kamis, 30 Januari 2020



Kita usai
Oleh Norma Yunita Tanjung


Lamunan ku sudah tidak bermakna
Semesta alam sudah tidak mendukung 
Kerap ku berdoa agar daku dan dikau menjadi kita

Aku kalah dengan waktu
Waktu ku usai
Waktu ku menjadi ilusi
Sunrise dan sunset tidak bermakna bagiku lagi

Kamu seperti kedua hal itu 
Menaburkan hal indah
Pergi lagi dan tiba tiba kembali lari
Apakah kamu sebuah ilusi? 
Menaburkan hal indah tetapi tidak bermakna
Sudah kita usai saja
Ternyata mimpiku menjadi kita
Hanya hayalan ku semata

Minggu, 29 Desember 2019


Rindu
Oleh Norma Yunita Tanjung

Imajinasiku sudah tidak menentu
Daku yang dulu beku kini merasakan rindu 
Racun apa yang kau beri diseduhan tehku kemarin itu? 

Bayanganmu sangat mempesona
Raut wajahmu begitu indah di benakku
Tak inginkah kau pulang menemuiku?
Memberikan bahumu sebagai sandaranku

Rindu
Ku kirimkan sepucuk doa untukmu 
Kuharap hati mu tidak mulai membeku
Sini akan selalu menunggu 
Semoga nada di gadgetku berdering dan
Berisi kata "Sayang aku pulang" Mari kita obati rindu yang sudah terbata. 


Selasa, 24 Desember 2019

Sebuah Janji  
 Oleh Norma Yunita Tanjung

Ku Samarkan nama yang mulai menjauh 
Dia menepi kini tidak tau entah kemana
Katanya hatinya rapuh
Katanya jiwanya berduka
Katanya pula semuanya menjadi angan -angan, aku bingung

Tak Kah kau ingat Janji mu di malam itu
Kau buat aku laksana Ratu, kau bilang ku akan tetap bersamamu
Aku hanya terdiam, menyaksikan kebisuan
Di sela-sela sudut kamar aku menangis
Apa salahku? 
Apa aku mengkhianati? 
Ataukah dia sedemikian? 

Esoknya Kau memberanikan diri, Kau bilang ingin bertemu denganku
Senyumku lebar sekali, aku senang akhirnya Ratumu akan kembali untukmu
Ternyata hanya Dramamu
Mulutmu berkata "tidak, posisimu sudah tergantikan". 
Aku lemah ternyata Janji mu malam itu hanya semu.